Terbatasnya lahan hijau di kawasan perkotaan tidak menjadi penghalang bagi pihak sekolah untuk mengajarkan teknik bercocok tanam yang modern dan ramah lingkungan kepada para siswa. SMAN 26 Jakarta menjawab tantangan ruang tersebut melalui modul P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan menerapkan budidaya hidroponik menggunakan media botol plastik bekas. Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan bercocok tanam efisien sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan limbah anorganik.
Dalam proses pembelajarannya, para siswa diajak untuk mengumpulkan botol bekas minuman lalu merangkai sistem bercocok tanam tanpa tanah yang sederhana namun berfungsi optimal. Penerapan metode hidroponik ini menggabungkan konsep sains praktis mengenai nutrisi tanaman, pengukuran kadar pH air, serta sirkulasi oksigen. Siswa belajar secara langsung bagaimana tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, dan pakcoy dapat tumbuh subur hanya dengan memanfaatkan media air yang terukur nutrisinya di dalam wadah limbah botol bekas.
Aktivitas bercocok tanam modern ini memberikan pengalaman belajar kontekstual yang sangat diminati oleh para peserta didik. Mereka bertanggung jawab merawat instalasi, memantau perkembangan daun, serta memastikan ketersediaan air nutrisi secara berkala setiap hari. Praktik hidroponik skala sekolah ini melatih kesabaran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab siswa terhadap mahluk hidup. Pengalaman langsung ini membukakan mata murid bahwa ketahanan pangan sederhana dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan memanfaatkan barang bekas.
Hasil panen sayuran segar yang bebas pestisida ini kemudian dimanfaatkan untuk konsumsi bersama di sekolah atau dipasarkan dalam lingkungan internal. Keberhasilan memanen tanaman dari sistem hidroponik buatan sendiri ini memberikan rasa bangga dan kepuasan tersendiri bagi para siswa. Kegiatan ini juga menjadi sarana yang efektif untuk mendiskusikan topik-topik lingkungan yang lebih luas, seperti pengurangan sampah plastik, efisiensi penggunaan air, dan pentingnya konsumsi makanan sehat bernutrisi tinggi.
Melalui penerapan modul P5 berbasis lingkungan ini, SMAN 26 Jakarta berhasil menciptakan inovasi pembelajaran yang aplikatif dan berdampak nyata. Program ini terbukti mampu mentransformasi limbah plastik menjadi sarana belajar bercocok tanam yang produktif dan menyenangkan. Dengan penguasaan teknik hidroponik yang praktis ini, para siswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan rumah masing-masing demi mendukung gaya hidup berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.
